Lintas Nusantara - Pamekasan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan kembali menginisiasi langkah strategis untuk memperkokoh hubungan antara pemerintah (umara) dan para tokoh agama (ulama) melalui program Safari Ramadan. Agenda tahunan ini direncanakan akan menyambangi 13 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan sebagai wadah silaturahmi sekaligus serap aspirasi.
Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial di bulan suci. Baginya, Safari Ramadan adalah instrumen penting untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah selaras dengan nilai-nilai dan harapan para pemuka agama di tingkat akar rumput.
Dalam pelaksanaannya, Bupati menekankan beberapa poin krusial yang menjadi tujuan utama perjalanan keliling kecamatan ini:
Memastikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dipahami dengan baik oleh masyarakat dan didukung oleh para tokoh agama.
Membangun jembatan komunikasi yang lebih solid agar tidak terjadi kesenjangan informasi antara pengambil kebijakan dan masyarakat.
Memberikan keyakinan kepada warga bahwa meski terdapat berbagai tantangan, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor-sektor prioritas.
Bupati Kholilurrahman meyakini bahwa kemajuan Pamekasan sangat bergantung pada kerukunan antara pemimpin formal dan informal. Dengan turun langsung ke 13 kecamatan, ia berharap dapat mendengar langsung masukan mengenai isu-isu lokal yang sedang berkembang.
"Harmonisasi antara ulama dan umara adalah modal dasar pembangunan di Pamekasan. Melalui Safari Ramadan ini, kita ingin memastikan semua elemen bergerak dalam satu visi yang sama untuk kesejahteraan rakyat," tutur Bupati.
Melalui pendekatan yang inklusif ini, Pemkab Pamekasan optimis bahwa stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan dapat terjaga dengan baik, menciptakan iklim daerah yang religius sekaligus progresif.

0 Komentar