News

20/recent/ticker-posts

Anggota DPRD Jatim Dikecam karena Isu Rokok Ilegal Dianggap Ancam Ekonomi Rakyat Kecil

Anggota DPRD Jatim Dikecam karena Isu Rokok Ilegal Dianggap Ancam Ekonomi Rakyat Kecil
Lintas Nusantara
- Pamekasan, Isu mengenai poster seorang anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB terkait rokok ilegal di Pamekasan telah memicu kecaman dari ketua Forum NGO Pamekasan. 

Nur Faizin, yang merupakan anggota Komisi C DPRD Jatim, menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal di Madura. Ia menilai bahwa kondisi ini meresahkan masyarakat dan merugikan negara dari sisi pendapatan.
 
Namun, pandangan ini mendapat tanggapan kritis dari Zaini Wer-Wer dari Forum NGO. Menurutnya, wacana pemberantasan rokok ilegal tanpa menawarkan solusi yang konkret justru berpotensi menindas masyarakat kecil yang bergantung pada industri rokok lokal, seperti buruh linting, tukang bungkus, dan pedagang kecil. Ia mempertanyakan bagaimana nasib mereka jika mata pencaharian mereka dihilangkan tanpa adanya alternatif yang jelas.
 
Zaini Wer-Wer juga menyayangkan sikap Nur Faizin yang dinilai hanya mengulang narasi negara tentang kerugian cukai, padahal seharusnya lebih berpihak pada masyarakat kecil. Ia menekankan pentingnya solusi yang lebih komprehensif, seperti program alih profesi, pemberdayaan, atau kemudahan dalam perizinan usaha kecil. 

Selain itu, ia menyoroti bahwa mahalnya biaya pita cukai juga menjadi beban bagi pengusaha kecil, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk melakukan produksi ilegal.
 
Polemik ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan terkait isu rokok ilegal di Madura. Di satu sisi, negara memiliki kepentingan untuk menekan kebocoran pendapatan. 

Namun, di sisi lain, terdapat ribuan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya pada industri rokok skala UMKM atau rumahan. Terlebih lagi, petani tembakau di Madura saat ini sedang menghadapi ancaman gagal panen akibat cuaca yang tidak mendukung. 

Zaini Wer-Wer menyindir anggota dewan yang dianggap kurang peka terhadap penderitaan masyarakat dan justru memilih untuk menindas mereka. Ia menegaskan bahwa hanya pengusaha rokok lokal yang mampu membeli tembakau dari petani setempat.(nul)

Posting Komentar

0 Komentar