News

20/recent/ticker-posts

Bupati Pamekasan Siap Memindahkan 11 Rumah Korban Pergerakan Tanah ke Desa Lain

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menyatakan kesiapannya untuk merelokasi 11 unit rumah milik warga yang rusak akibat fenomena tanah bergerak dan longsor. Pemindahan akan dilakukan ke wilayah desa yang berbeda dari lokasi asal, yakni Dusun Paseset Tim

ur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.

Pernyataan ini disampaikan seusai Bupati melakukan kunjungan lapangan dan berdialog langsung dengan 13 kepala keluarga (KK) yang saat ini masih bertahan di pengungsian tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Rabu (21/1/2026) siang.

Kholilurrahman menjelaskan bahwa pergerakan tanah di kawasan tersebut sudah berulang kali terjadi, bahkan hingga empat kali. Kendati demikian, warga setempat sebelumnya selalu menolak gagasan untuk pindah. Namun, menurutnya, kali ini sikap warga mulai berubah.

"Tapi kali ini sepertinya mereka sudah bersedia, dan kami akan segera berupaya agar mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengidentifikasi lahan milik desa (tanah kas desa/TKD) yang bisa digunakan. Untuk sementara, tanah yang tersedia berada di Desa Sana Laok dan Desa Sana Tengah.

"Kemungkinan bisa di Sana Laok atau di Desa Sana Tengah. Yang pasti, di Desa Sana Laok ada lahannya," ucapnya.

Bupati menambahkan, jika 13 KK tersebut akhirnya sepakat untuk dipindahkan, maka pihaknya akan segera mengalokasikan anggaran yang diperlukan. "Kalau 13 KK sudah setuju dipindah, kami akan segera siapkan anggarannya. Semuanya ada 11 rumah yang akan direlokasi jika setuju," jelasnya.

Kholilurrahman juga menyebutkan bahwa koordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur sudah berjalan guna merealisasikan rencana relokasi ini. Ia menegaskan bahwa langkah ini tidak bisa ditawar lagi demi keselamatan warga.

"Tidak boleh tidak, harus direlokasi sehingga mereka bisa tinggal di tempat yang aman," tegasnya.

Selain itu, ia berpesan kepada masyarakat agar segera melapor jika mendapati indikasi tanah bergerak di daerah mereka. Dengan pelaporan dini, BPBD dapat mengambil tindakan cepat untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Salah seorang korban bernama Asmui (36) mengaku bahagia mendengar janji relokasi tersebut. "Kami sangat senang mendengar kabar itu. Karena saya tidak punya lahan lagi untuk membangun rumah," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kerinduannya untuk memiliki hunian yang aman, agar tidak terus-menerus diliputi kecemasan setiap musim hujan turun, seperti yang dialaminya sebelum rumahnya rusak parah.

Sebagai informasi tambahan, awalnya tercatat 10 rumah yang rusak berat. Jumlah ini kemudian bertambah menjadi 11 rumah setelah pergerakan tanah terus berlangsung sejak Sabtu (17/1/2026).

Posting Komentar

0 Komentar