News

20/recent/ticker-posts

PAFI Pamekasan dan Yayasan PBB Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 48 Anak

PAFI Pamekasan dan Yayasan PBB Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 48 Anak
Lintas Nusantara - Pamekasan, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Pamekasan kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan menggelar kegiatan khitanan massal gratis. Bekerja sama dengan Yayasan Pamekasan Sehat Bersih Barokah (PBB), kegiatan ini berhasil melayani 48 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Pamekasan pada Minggu (7/6/2026).

Acara yang bertempat di Pondok Pesantren As Syalafiyah, Desa Sumber Duko, Kecamatan Pakong, ini dihadiri oleh antusias warga setempat. Sebanyak 48 peserta yang mengikuti prosesi khitan tidak hanya berasal dari Kecamatan Pakong, tetapi juga mencakup empat kecamatan lain, yakni Pegantenan, Waru, Pasean, dan Larangan.

Ketua PAFI Cabang Pamekasan, Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari catur dharma profesi apoteker, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat. Ia menyoroti bahwa biaya khitan di fasilitas kesehatan resmi seringkali menjadi beban bagi keluarga berpenghasilan rendah.

"Biaya khitan di faskes resmi itu kisaran Rp300.000 sampai Rp1.000.000. Bagi masyarakat kurang mampu, ini angka yang cukup besar. Melalui kolaborasi ini, kami berharap bisa meringankan beban mereka," ujar Mulyadi.

Sinergi antara PAFI Pamekasan dan Yayasan PBB sebenarnya telah terjalin sejak Maret 2026. Kedua pihak sepakat untuk saling mendukung dalam menyukseskan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Yayasan PBB, RKH. Jamaluddin Syam, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PAFI dalam melaksanakan kegiatan amal. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan ke dalam bentuk bakti sosial lainnya.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen PAFI. Semoga sinergi baik ini terus terjaga dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak lagi oleh masyarakat Pamekasan," harapnya.

Kegiatan khitanan massal ini dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan kesehatan generasi muda sekaligus sebagai bentuk amal jariyah bagi para penyelenggara. Dengan adanya program semacam ini, akses terhadap layanan kesehatan dasar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera menjadi lebih terbuka.

Posting Komentar

0 Komentar