News

20/recent/ticker-posts

FPRB Gelar Mata Pena, Bareng BPBD Rindangkan Waduk Samiran

FPRB Gelar Mata Pena, Bareng BPBD Rindangkan Waduk Samiran
Lintas Nusantara
- Banyak cara yang bisa dilakukan para stakeholder untuk menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan hidup di wilayah kabupaten Pamekasan Jawa Timur. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh jajaran Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB bersama pemerintah daerah setempat, Minggu ini.

Dengan mengusung tajuk Mari Tanam untuk Pengurangan Bencana atau Mata Pena, mereka yang terdiri dari berbagai unsur pentahelix bergerak sinergi menanam ratusan bibit pohon. Terutama di sekitar Kawasan Waduk PDAM yang berada di Desa Samiran, Kecamatan Proppo Pamekasan yang berdekatan dengan DAM Samiran sebagai hulu sungai perkotaan.

Nampak hadir pada kesempatan kali ini, jajaran pengurus dan anggota FPRB, Relawan Jaga Kota Kecamatan Pamekasan, Plt. Direktur PDAM, Kadis PUPR, Kalaksa BPBD, Camat Pamekasan, Camat Proppo. Juga tim CDK Sumenep Wilker Pamekasan yang sebelumnya memberi sosialisasi kehutanan dan cara penanaman yang tepat.

"Alhamdulillah pada pagi ini semua bisa berkomitmen untuk menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan terutama dikawasan hulu sungai sebagai semangat pencegahan banjir secara dini. Hadir pada saat ini, semua untuk relawan seperti tim Jaga Kota, Forsip, Warasana Baguna Ligana, TRC-BPBD, KPMM, JLB, Brantas, Senkom, PMI, BP. 13-28, Mahapala dan lainnya," ungkap ketua FPRB Pamekasan, Suprijanto.

Dengan banyaknya pihak yang berperan tentu semakin banyak yang bergerak bersama dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana sesuai harapan kita. Sebab, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolektif dari segenap elemen masalah disamping peran pemerintah secara khusus.

Senada dengannya, Kadis PUPR Amin Jabir ungkap dukungan penuh terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh relawan dan FPRB Pamekasan demi pencegahan risiko bencana. Karena itu pihaknya kembali akan mengajak semua yang berperan saat ini untuk kembali turun ke sungai di agenda bersih sungai perkotaan pada Minggu depan.

"Tim ini jangan dibubarkan setelah kegiatan selesai, mari terus bergerak untuk mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Pamekasan. Termasuk kembali berperan pada aksi bersih sungai pada Minggu depan di kawasan kota dan Jungcangcang nantinya," tandasnya.

Sekedar informasi, memang sebagai nafas dan motivasi awal, dibentuknya FPRB Pamekasan untuk menguatkan peran aktif masyarakat dan pihak lainnya seperti wirausaha, akademisi dan media. Khusus dalam mendukung kebutuhan serta kerja pemerintah daerah untuk pengurangan risiko bencana yang sudah menjadi siklus hidup dan berdampingan dengan manusia. (Yud)

Posting Komentar

0 Komentar