News

20/recent/ticker-posts

Lelaki ini Sukses Bangun Bisnis Keuangan dengan Aset hingga 480 Triliun Won | Lintas Nusantara

Lelaki ini Sukses Bangun Bisnis Keuangan dengan Aset hingga 480 Triliun Won | Lintas Nusantara
Sukses Bangun Bisnis Keuangan dengan Aset hingga 480 Triliun Won Dok: The Korea Times

Lintas Nusantara - Cho Jung-Ho Sukses sukses  Membangun Bisnis Keuangan dengan aset hingga 480 triliun won saat ini di bawah bendera Meritz Financial Group.

kunci suksesnyapria kelahiran tahun 1958 itu berkat Kerja keras dan selalu fokus, Selain itu, juga didukung oleh sikap selektifnya dalam mencari karyawan yang punya  integritas serta pengalaman dan dedikasi tinggi.

Ia tidak mau mempekerjakan orang hanya karena ada hubungan keluarga atau masalah masa lalu; pengalaman dan keahlian adalah kuncinya.

dikutip dari halaman Berita Ekonomi kontan, Cho Jung-Ho mendirikan Meritz Financial Group dengan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk berprestasi dan menciptakan lingkungan kerja yang ideal. Untuk pegawai yang berprestasi, royal memberikan kompensasi dan bonus.

Meskipun hanya mendapat perusahaan sisa sebagai bagian dari kerajaan bisnis Hanjin Group yang ditinggalkan ayah mereka, upaya keras Cho Jung-Ho untuk membangun bisnisnya juga merupakan ajang balas dendam dan pembuktian bahwa dia bisa lebih baik.

Cho Jung-Ho adalah anak bungsu dari empat bersaudara, dan hanya pada tahun 2002 dia menerima bagian keuangan Hanjin Group, yang saat itu hanya berupa perusahan asuransi dan sekuritas kecil.

Cho Yang-Ho, kakak sulungnya, dituduh telah mengubah surat wasiat ayah mereka sehingga ia mendapatkan bagian terbesar dari warisan. Cho Nam-Ho memiliki anak kedua, Cho Sonn-Ho memiliki anak ketiga, dan Jung-Ho menggugat kakak pertama mereka karena masalah pembagian warisan.

Ketika Jung-Ho dan Nam-Ho keluar dari Hanjin Group pada tahun 2005 dan membangun perusahaan hasil warisan mereka sendiri, sengketa pembagian warisan mencapai puncaknya. Sejak saat itu, dia tidak pernah berbicara dengan kakak tertuanya, yang mewarisi perusahaan holding dan Korean Air. Yang-Ho sangat sedih dan tidak lagi mau menaiki pesawat Korean Air, meskipun dia sangat mencintai maskapai itu selama hidup ayahnya.

Jung-Ho secara terbuka menyatakan kepada media bahwa dia membenci kakak tertuanya. Dimotivasi oleh perselisihan, dia berhasil menjadi lebih kaya daripada kakak-kakaknya.

Semua upaya Jung-Ho berhasil. Ia menjadi orang terkaya versi Forbes pada tahun 2015, dengan total kekayaan US$ 1,3 miliar. Namun, karena kegagalan Korean Air tahun ini, kekayaan Yang-Ho menyusut menjadi hanya US$ 400 juta. Namun, ia telah masuk dalam daftar orang kaya Forbes pada tahun 2010.

Hubungan Jung-Ho dan dua kakaknya yang lain masih baik. Kakak keduanya, Soo-Ho, meninggal secara mendadak pada tahun 2006, satu tahun setelah melepaskan bisnis perkapalan Hanjin Group. Istri Soo-Ho, Choi Eun-Young, kemudian memimpin Hanjin Shipping, tetapi tidak lama kemudian, perusahaan itu dijual ke Yang-Ho karena masalah keuangan.

Sementara hubungan Jung-Ho dan kakak iparnya, Nam-Ho, tetap dekat, Jung-Ho mengkritik keputusan kakak iparnya itu menjual Hanjin Shipping dengan harga murah dan tidak meminta nasihat darinya sebelumnya. Meritz telah memberikan asuransi dan nasihat tentang penerbitan obligasi meskipun industri pembuatan kapal berhasil mengatasi penurunan pesanan yang berkepanjangan di seluruh dunia.

#medialintasnusantara #lintasnusantara #lnnewsid #bisnis #cojungho #sukses

Posting Komentar

0 Komentar